Helm untuk 'mencegah gegar otak'
Seorang siswa SMP mengembangkan helm untuk mencegah gegar otak dengan menggunakan sistem pendingin pada bantalan helm.
Linus
Nara Pradhana, siswa kelas dua SMP di Surabaya mengatakan dari
penelitian yang ia lakukan, helm ini secara otomatis mengeluarkan suhu
dingin saat terjadi benturan.
"Dengan menggunakan serbuk kimia,
helm ini akan secara otomatis mengeluarkan suhu dingin sampai 11,5
drajat Celcius dan berfungsi sebagai pengompres kepala,” kata Nara
dengan karya yang mengantarnya menjadi finalis Indonesian Science Project Olympiad akhir Februari lalu
Namun serbuk kimia yang menjadi bahan pendingin ini masih rahasia, kata Nara, karena akan dipatenkan terlebih dahulu.
Campuran bahan kimia ini diletakkan di bantalan pelindung helm.
"Waktu
terjadi benturan bantalan langsung dingin dan dapat digunakan untuk
mengompres kepala agar jangan sampai suhu naik," kata siswa kelas dua
SMP di Surabaya ini.
"Saya menggunakan energi kinetik untuk menghitung kekuatan benturan," tambahnya.
Helm
untuk mencegah gegar otak ini merupakan karya terbaru Nara menyusul
helm berpelapis gel yang mengantarnya mendapatkan medali emas dalam
lomba inventor muda internasional di Thailand tahun lalu.
Kenyamanan dan keselamatan
"Riset untuk helm berpendingin ini sejak
saya kelas 5 SD, jadi sekitar empat tahun dari nol sampai sekarang siap
diproduksi dan dipasarkan."
Helm berpendingin saat ini tengah diproduksi oleh satu perusahaan helm di Surabaya dan mulai dipasarkan bulan April mendatang.
Helm
untuk gel coated, pengalaman pribadi karena tiap hari pulang pergi
sekolah di antar motor. Pulang seolah jam satu macet, panasnya bias
dibayangkan bagaimana. Dari situ nara kepikiran, buat helm dengan
pendingin.
Nursita Lestarini, manajer operasional dari perusahaan
Sentral Bahana Ekatama, Surabaya yang tengah memproduksi helm ini
mengatakan mereka memilih helm Nara untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Kami
melhat karya anak bangsa, Nara ini inovatif untuk mengakomodasi
kebutuhan masyarakat...Apalagi terkadang suhu udara bisa sampai 40
drajat pada musim kemarau," kata Nursita.
"Kami pernah melakukan
uji coba di jalan. Pada saat itu musim kemarau, suhu tertinggi saat itu
43 drajat Celsius. Saat itu suhu di dalam helm sekita 35 drajat, jadi
ada penurunan sekitar delapan drajat Celsius, dan ini cukup signifikan."
Pelapis gel yang digunakan ini menggunakan sodium polyarcylate bahan yang digunakan pada popok bayi.
Nara mengatakan gel yang digunakan dalam pelapis helm ini nantinya dapat diisi ulang.
"Kalau
masalah waktu saya hanya mengerjakan proyek ini saat waktu senggang atu
saat jadi liburan jadi tidak mengganggu jadwal sekolah," kata Nara.
"Kedepannya,
saya masih ingin menciptakan hal- hal baru yang dapat meringankan
pekerjaan orang lain karena itu memang adalah tujuan setiap inventor
yaitu dapat menciptakan alat yang dapat membantu tugas orang lain dan
dirinya sendiri."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar